Minggu, 16 Agustus 2009

17 Agustus, renungan untuk Indonesia



Hari senin ini adalah hari yang bersejarah bagi negeri tercinta, Indonesia. Sudah 64 tahun, negeri ini merdeka setelah 350 tahun dijajah oleh Belanda plus 4 tahun oleh Jepang. Subhanallah… sebuah perjuangan yang luar biasa dari para pahlawan kita dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan untuk negara Indonesia.

Biasanya di desa-desa, banyak warga masyarakat yang memeriahkan 17 agustus ini. Dengan lomba-lomba yang diadakan buat mempererat hubungan antar warga contohnya lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba bawa kelereng pake sendok, itu biasanya lomba buat adik-adik kecil. Kalau buat ibu-ibu, lomba masak nasi goreng, buat bapak-bapak lomba gobag sodor. Lomba-lomba kayak gini cuma ada pas 17 agustus. Dan pada malam 17 nya, diadakan syukuran, makan bareng-bareng satu RW. Wah… bener-bener guyub rukun adem ayem lah kalo menjelang tanggal 17 agustus.

Jadi keinget pas dulu masih bisa ngerayain 17 agustus di rumah. Ya… dulu soalnya sekarang, waktu ini juga aku lagi di Solo,.di medan perdjuanganku ini. Hiks… sedih juga karena belum bisa pulang, tapi apa daya..?? sst…Udah, balik lagi ke… tadi sampe mana ya? Oh ya, dulu seneng banget tu pas masih bisa di rumah, pas masih SD Alhamdulillah biasanya kalo 17 agustus aku selalu bisa dapet juara dan akhirnya dapet hadiah. Walo hadiahnya cuma snack ringan, tapi jaman segitu bisa seneng soalnya bangga bisa ngalahin temen-temen sebayaku. Dan pas malemnya makan bareng rame-rame di jalan raya, tentu aja jalannya ditutup. Tak lupa juga ada doa bersama untuk kemajuan negeri tercinta ini. Terkadang dilanjutin dengan nonton panggung hiburan, pentas seni. Biasanya yang diisi sama tari-tarian adik-adik kecil, band (tentu aja nggak sekelas d’masiv, hijau daun). Gimana kabar adik-adikku di rumah ya? semoga mereka bisa bener-bener menikmati 17 agustus-an…

Pas hari H nya, kita rame-rame upacara di sekolah. Wah… jadi ngebuat kita jadi semakin cinta sama negeri ini. Walo pas upacara, rada-rada nakal karena berisik sendiri tapi esensi dari upacara itu tetep bisa kudapat hehe…
Begitu kira-kira gambaran peringatan 17 agustus yang dilakukan oleh sebagian besar warga negeri ini. Antusiasme masyarakat patut kita contoh. Andaikan semangat mereka dalam memperingati 17 agustus ini sama dengan antusiasme membangun negeri ini lebih dan lebih baik lagi. Bukan tak mungkin bangsa ini bisa menjadi steady state (masyarakat adil, makmur, tenang, tenteram dan sejahtera) asal ada usaha yang maksimal dari semua kalangan untuk mewujudkannya. Bangsa ini sudah saatnya bangkit dari keterpurukan yang telah begitu lama melanda dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dan juga SDM yang jumlahnya begitu banyak. Bangsa yang besar ini pasti akan semakin kuat jikalau semua bersatu tanpa pandang bulu dari tukang becak sampai menteri ataupun presiden saling mengerti satu sama lain dan berdjoeang untuk negeri tercinta ini. Bener nggak? Setuju nggak? Sama pendapatku…

Ada beberapa usulan untuk mempererat hubungan kemesraan antar semua golongan masyarakat, yang kuambil dari pendapat Romi Satrio Wahono dalam artikelnya yang berjudul “Refleksi 57 tahun Indonesia, mempererat kohesi social antar elemen bangsa Indonesia”
1. Sosialisasikan filosofi jabatan adalah amanah dan bukan hadiah
Yaitu mempertinggi kesadaran terhadap filosofi jabatan adalah sebuah beban yang harus dipertanggungjawabkan bukan nikmat yang diperoleh tanpa tuntunan.
2. Mempertinggi akhlak dan moral terhadap orang di sekitar kita
Yaitu dengan memandang dan memperlakukan orang di sekitar kita dalam kedudukan sama dan sederajat dengan kita. Yang kuambil di sini adalah ajakan untuk menuju kerekatan social di antara elemen bangsa tanpa pandang bulu.
3. Menuju gerbong tulus perubahan bangsa
Sejarah membuktikan bahwa gerbong dan agen perubahan ke arah perbaikan bangsa adalah adanya gerakan mahasiswa. Ayo buat semua temen-temenku… SEMANGAT! Jatuhnya orde baru dengan bergantinya reformasi dan juga terbongkarnya selingkuh politisi bermoral rendah tak bisa dilepaskan dari peran mahasiswa. Menjaga ketulusan adalah tugas dari kita. Jangan sampai gerakan mahasiswa menjadi terbeli.. dan jangan sampai mahasiswa terlalu asyik dengan buku-bukunya dan juga alat-alat penelitian. Bangsa ini butuh pemuda yang bisa melakukan perubahan yang lebih baik lagi.

Ya begitu kira-kira beberapa usulan yang untuk membantu negeri ini menjadi lebih dan lebih baik lagi. Semoga dengan 64 tahun kemerdekaan ini, bangsa Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan dan menuju perubahan yang lebih baik lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu...