Jumat, 29 Januari 2010

Kisah Burung HudHud

Sabtu, 16 Januari 2009
Based from QS. An-Naml ayat 17-30
Suatu ketika Nabi Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia, dan burung. Mereka berbaris dengan tertib. Lalu nabi Sulaiman memeriksa satu per satu anggotanya. Ketika Nabi Sulaiman sedang memeriksa burung-burung, lalu Beliau berkata, ”Mengapa aku tidak melihat HudHud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”
Tidak lama kemudian datanglah burung HudHud, lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba membawa suatu berita yang meyakinkan. Negeri Saba’ ini dipimpin oleh seorang perempuan dan negeri dianugerahi segala sesuatu. Mereka menyembah matahari, bukan kepada Allah. Sungguh merupakan suatu peluang yang bagus untuk mendakwahkan Islam di negeri Saba’ ini”.
Sulaiman lalu berkata “Akan kami lihat apa berita yang kamu bawa ini benar atau tidak.” Lalu Sulaiman menyuruh burung HudHud membawa surat ke Ratu yang memimpin Negeri Saba’ ini. Ternyata berita yang dibawa oleh Burung HudHud benar. Dia menjatuhkan surat dari Nabi Sulaiman ke Ratu Negeri Saba’ yang bernama Bilqis.
Dari potongan ayat Al Qur’an di atas, bisa diibaratkan dengan hubungan pemimpin dengan anggota-anggota yang dipimpinnya, atau lebih tepatnya dalam sebuah organisasi, seorang ketum atau kabid dengan staf-stafnya. Hikmah yang bisa dipetik:
1.Burung HudHud mempunyai inisiatif sendiri (melakukan pengintaian ke negeri Saba’) tanpa menunggu komando dari Nabi Sulaiman. Bisa diibaratkan dengan sebagai seorang staff tak hanya diam menunggu perintah dari atasannya saja tapi juga apabila dia juga berkreasi sendiri tanpa dikomando dari atasannya.
2.Pemimpin senangtiasa melakukan pengecekan terhadap anggotanya. Seperti Nabi Sulaiman yang memeriksa seluruh bala tentaranya.
3.Jangan memandang pemimpin tahu segalanya. Seperti Nabi Sulaiman yang tidak tahu kalau ada suatu negeri bernama Negeri Saba’ yang dianugerahi segala sesuatu dipimpin seorang Ratu belum mendapat petunjuk dari Allah.
4.Kita harus menyampaikan alasan syari’i atau konfirmasi yang jelas ketika kita tidak bisa hadir. Seperti Burung HudHud yang menyampaikan alasan yang jelas ketika dia tidak bisa hadir pada apel Nabi Sulaiman.
5.Pemimpin harus senangtiasa kehilangan ketika ada anggotanya yang tidak hadir. (ditelusuri kenapa dia tidak hadir).
6.Pemimpin harus perhatian terhadap suatu perkara. Ketegasan nabi Sulaiman akan memberikan hukuman yang berat pada burung HudHud karena tidak hadir dalam pertemuannya.
7.Evaluasi
Senangtiasa melakukan evaluasi ketika acara sudah dijalankan untuk pelajaran yang akan datang.
8.Klarifikasi uzur. Pemimpin jangan mentah-mentah menerima ijin anggota.
9.Menghargai masing-masing anggota, diperlakukan sesuai dengan kapasitasnya.

Semoga Bermanfaat ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu...