Allah Ghoyatuna.. Muhammad Qudwatuna

Allah tujuan kami.. Rasulullah teladan kami. Alqur'an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami. Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

UNS

Universitas Negeri Syariah.. Aamiin

Informatic Engineering

Bersama Allah, Selalu dan selamanya

Jagalah Alloh, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Alloh, niscaya Dia akan selalu bersamamu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh.[HR. Tirmidzi]

Karena Kita Saudara

Allahummanshur Mujaahidiina fii Filisthin, wa fii Iraaq, wa fii Afghon, wa fii Thaliban, wa fii Kashmir, wa fii Bosnia, wa fii Somalia, wa fii Moro, wa fii Shiin, wa fii Fathani, wa fii Xinjiang, wa fii Rohingya, wa fii Thailand, wa fii kulli makaan wa fii kulli zamaan.....Aamiin....

Sabtu, 04 Agustus 2012

aksi rohingya di solo

copas dari situs website media nasional


REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Seratusan orang yang tergabung Aliansi Mahasiswa dan pelajar Peduli Rohingya (AMPERA) menggelar aksi damai di Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo, Jumat, 3 Agustus 2012 mereka memberikan dukungan adanya perdamaian bagi suku Rohingya di Myanmar.
                Pengunjuk rasa tersebut melakukan "long march" dari Kampus Mesen menuju Vihara Kepunton Jebres, dan Taman Patung Ahmadi Banjarsari Solo, dengan membawa sejumlah poster yang intinya memberikan dukungan aksi perdamaian bagi suku Rohingya.
Pengunjuk rasa saat melakukan orasinya di depan Vihara Kepunton disambut baik dari perwakilan Vihara Kepunton yakni Dhamar Saputra dan Doni Hadi Santoso.
                 Koordinator aksi, dalam orasinya mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan tindak pembantaian terhadap masyarakat Rohingya dan memberikan haknya sebagai warga negara.
                 Pihaknya juga menuntut sikap tegas dan peran aktif pemerintah Indonesia dan PBB yang konkrit dalam menghentikan aksi penindasan terhadap suku Rohingya. Pihaknya juga mengajak segenap rakyat Indonesia dan Dunia Internasional untuk peduli kondisi Rohingya dan menjaga kerukunan antar umat beragama.
                 Dharma Saputra perwakilan Vihara Maitreya Muni Kepunton Solo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pernyataan, bahwa pihaknya sangat terkejut dan menyesal atas terjadinya tindak kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.
"Kami menyatakan duka cita yang mendalam kepada para korban kekerasan di Myanmar. Kami juga mengutuk setiap tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya melalui perwakilan Walubi pusat akan mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera proaktif ikut menciptakan perdamaian dan mencari solusi bagi Myanmar. "Kami yakin bahwa semua agama mengajarkan cinta kasih bagi sesama manusia sehingga kesucian dan kemurnian agama tidak akan bisa dicederai oleh tindakan manusia yang salah," katanya.
                 Bahkan, kata dia, kejadian kekerasan di Myanmar adalah tindakan yang terjadi antara pemerintah setempat terhadap etnis Rohingya sehingga tidak ada kaitannya sama sekali dengan perseteruan antar penganut agama.
                  Sementara setelah melakukan orasinya para pengunjuk rasa kemudian melakukan tanda tangan bersama dengan perwakilan Vihara untuk tetap saling menjaga perdamaian antar umat beragama.                 Selain itu, mereka juga melepaskan satu pasang burung merpati melambangkan kebebasan untuk masyarakat Rohingya di Myanmar.


inilah langkah kecil kami untuk saudara muslim kami di rohingya.







Mengikis sisi melankolis

            Tanggapan pertama dari beberapa teman ketika mengetahui kalo saya punya adik laki-laki adalah waah.. pasti nggak enak rasanya.. L Yang nyebelin, nggak mau diatur, nakal, diajak ngobrol nggak nyambung (emang kabel ya?) hmm.. pokoknya nggak enaklah, apalagi kalo sudah nyangkut sama pilihan atau memutuskan sesuatu, lamaaaa.. gatuknya.. Tapi alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan untukku hidup bersama dengan adik laki-laki, bahkan lebih dari satu dan semuanya laki-laki.. Rame pastinya, banyak yang beda sehingga banyak yang diobrolkan J
            Punya adik laki-laki itu nggak selamanya nggak enak, bahkan banyak enaknya. Dari situ saya bisa belajar banyak hal. Belajar untuk bisa menjadi teladan bagi mereka, walau itu sering jadi beban tersendiri seorang kakak pertama. Ingat rasanya dulu ketika orangtuaku selalu mengarahkanku untuk melakukan yang terbaik sehingga bisa dicontoh adik-adikku. Termasuk dalam memilih sekolah, supaya belajar yang serius, beribadah yang benar. Kan kalo adik ada contoh dari kakaknya gampang mengarahkannya, begitu kata bapak.
            Belajar untuk bisa menjaganya, membimbingnya supaya lebih baik dariku sekarang. Ya kalau boleh dibilang anak pertama itu adalah percobaan untuk selanjutnya adik-adiknya supaya lebih baik darinya. Karena dia duluan yang mengalaminya, jadi sudah tahu dan paham mengahadapinya. Kewajibannya adalah mengarahkan adiknya supaya bisa lebih baik darinya. Menjadi temannya untuk mendengarkan curhat masalahnya, menjadi gurunya ketika dia kesulitan belajar, dan menjadi pembimbingnya ketika dia bingung menentukan arah hidupnya.
            Dan dari situ, saya belajar untuk bisa menyikapi cara pandang yang berbeda tentang suatu masalah. Cara pandang yang beda secara logika dan perasaan. Atau perasaan yang cuek dan sensitif tentang suatu hal. Hmmm.. bukan berujung mencari perbedaan dan meributkan suatu hal tapi kita berusaha mencari solusi terbaik. He, jadi terbiasa ngobrol dengan bahasa yang kadang sulit dimengerti kaum perempuan dan mementingkan rasionya ketimbang perasaannya.
             Mencoba untuk mengikis rasa melankolis dominan perempuan untuk bisa menerima logika laki-laki. Kurasa memang analisis adikku yang paling besar dalam menghadapi masalah terkadang memang lebih jos daripada saya. Sikapnya kadang keras kepala dan cuek tapi bisa menghadapi masalah dengan tenang dan mampu menyelesaikannya tanpa banyak rempongnya. Kalo ada masalah, nggak usah dianggep beban yang penting diselesaikan sebisa kita. Ndak usah menunjukkan kalo kita banyak masalah, seolah-olah kita jadi orang yang paling malang di dunia.. huah, berat deh kata-katanya dia.. J
            Finally.. walaupun jarak yang memisahkan kita, semoga Allah menjaganya dengan baik. Aamiin.. sering terlontar pertanyaan “kapan pulang mba?” atau “kapan lulus mba, kok skripsinya belum selesai mba?” hehe.. maaf ya adik, mungkin mba belum bisa menjadi contoh yang baik untuk kalian, belum bisa memberikan perhatian yang baik untuk bisa mengarahkan kalian. Atau menjadi teman untuk membantu ketika kalian  ada masalah.
            
Yang mba harapkan.. Di usia yang semakin bertambah dewasa, semoga kalian bisa menjaga diri dengan baik. Bukan hanya untuk keluarga, tapi juga untuk agama, dien yang kita cintai ini.. J


Rabu, 01 Agustus 2012

Instalasi Android.. sulitkah?

bismillah
kali ini ingin berbagi tentang android.. sudah amat sangat familiar tentunya dengan yang satu ini.
sering whatups an kan? sering download aplikasi pake android market..?
pengennya nggak cuma ngegunain aja tpi jga bisa ngoprek scriptnya.. ini dia cara buat nginstal android di laptop.
Urutan instlasi dianjurkan

o  Install Java mari
o  Install Eclipse mari
o  Install Android SDK mari
o  Install ADT di eclipse. mari
0 install android platform mari
0 install platform android 2.3 mari

Instalasi
1. setelah download semua perangkat yang diperlukan, baru kita mulai instalasi.
2. Apabila java software devlopment kit belum ada dalam laptop, dianjurkan untuk instlasi java dengan cara mengklick file instlasi java. setelah instal SDK java kemudian kita instal SDK android yang namanya android-sdk_r08-windows. sabar ya nunggu prosesnya selesai..
3. setelah instal selesai kita dapat melihat folder baru di directory C: dengan nama android-sdk-windows
4. lalu jalankan file SDK Manager.exe yang ada dalam direktori android-sdk-windows dengan cara double click maka akan tampil  jendela Android SDK dan AVD manager seperti berikut :

5. nah.. setelah itu ekstrak file Android SDK platform Tools dan SDK Platform Android 2.3 di dalam folder android-sdk-windows, untuk file SDK Platform 2.3 diletakkan ke folder Platform yang ada di dalam folder tsb. kemudian kita refersh maka akan tampil sbg berikut
6. Kemudian langkah berikutnya kita buat AVD nya dengan memilih Virtual Device kemudian pilih New. lalu isikan nama, target, SD Card Size seperti gambar dibawah, untuk nama yang dapat diisi sesuai keinginan dan SD Card dapat diisi sesuai kebutuhan dengan mengklik Create AVD
7. setelah itu kita pilih AVD yang sudah kita buat tadi dengan klik start > launch, tunggu sampai proses loading nya selesai maka akan tampil AVD seperti di bawah ini



nah untuk instalasi di eclipsenya.. tunggu postingan berikutnya..
moga bermanfaat

Merangkai Skrip-sweet


“Bagi mahasiswa yang bergelut dengan tugas akhir, tanamkan dalam pemikiran kita bahwa penelitian tugas akhir itu mudah dan pasti bisa dilakukan. Mungkin selama ini karena kita tidak mengerti caranya saja.. Tetap Semangat!” (Romi Satrio Wahono)

            Skripsi lagi... tugas akhir lagi,.. serasa saat-saat mengerjakannya jadi momok tersendiri. Ya, mau tidur kepikiran, mau makan kepikiran, mau di rumah apalagi ditanya terus sama orangtua kapan skripsinya selesai. Hey, skripsi itu bukan untuk dipikirkan tapi dikerjakan! Kalo dipikirin terus ya nggak bakalan selesai. J
            Tenang aja, semua orang yang pengen lulus S1 pasti pernah mengalaminya. Jadi nggak cuma kamu nggak pusing ngerjain skripsi, dan tahap ini memang harus dilewati semua orang yang ingin lulus kuliah. Hal pertama yang wajib kudu diperhatikan dalam mengerjakan skripsi adalah harus senang dulu dan cinta sama topik yang kita ambil. Terus fokus ngerjainnya, jangan menunda-menunda atau malah terlena dengan lainnya.. karena skripsi itu adalah cerminan dari mental seseorang. Pas ngambil TA kadang mahasiswa sudah nggak ngambil makul lagi, nah disitu titik rawan kalo nggak pinter-pinter manajemen diri ya yang bakal terlena dengan kegiatan di luar kuliah yang lebih mengasyikkan.
            Setelah nemu ide yang cukup menarik untuk TA. Konsul ke dosen, cari referensi ke perpustakaan. Kalo dah di-acc topiknya  lanjut ngerjain proposal. Sering-sering diskusi sama dosen pembimbing biar tetep semangat dan termotivasi ngerjain proposal. Kalo proposal dah diacc lanjut ke semprop. Bakalan nemu sensasi di semprop, banyak masukan, kritikan bahkan pertanyaan yang sulit dijawab. Hehe,. Nggak papa, hitung-hitung latihan untuk semhas atau pendadaran nanti. Setelah selesai lanjut ke revisi proposal, nggak usah lama-lama dua pekan aja udah fiks. Trus lanjut ngerjain penelitiannya dan dokumentasi skripsi, nahhh.. di sini biasanya banyak godaannya..
            Kadang ngerasa nggak mood ngerjainnya, kadang buntu harus gimana lagi, sampe kayak orang linglung. Hmmm.. akhirnya pilih aktivitas lain dan kalo nggak inget bisa-bisa keasyikan terus. Kata temen yang sekarang dah lulus, kalo lagi nggak mood ya dipaksa buat dikerjain. Liat kembali targetmu, liat kembali idealismemu,  hadirkan kembali wajah kedua orangtua, atau bisa cari inspirasi dan motivasi ke dosen pembimbing atau temen yang sama-sama lagi ngerjain skripsi. Yang penting itu kontuniitas dan fokus, walau sedikit progresnya terus dikerjakan lama-lama akan selesai juga. J walau dikit tetep yang penting ada progresnya. Kalo lama ditinggal bakal sulit ngembalikan semangatnya lagi dan terasa sungkan ketemu dosen pembimbing lagi.
            Jangan menyerah jika nggak sesuai harapan, Ingatlah kalau segala sesuatu sudah ditetapkan dalam Laul Mahfud Allah. Termasuk waktu terbaik kapan kita selesai skripsi dan wisuda. Pasti Allah sudah menyiapkan waktu yang tepat dan terbaik untuk kita. Tugas kita adalah BERIKHTIAR semaksimal mungkin dan BERDOA. Sempurnakan dengan sedekah, supaya dimudahkan.
            Sekarang waktunya menatap kembali code-code asing di hadapanku. Merangkainya menjadi sebuah program aplikasi. Sembari menyusun dokumentasi bab demi bab. Bismillah, mudahkan ya Rabb..

Mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikannya itu jauh lebih baik (Anies Baswedan)

Salam perjuangan!

Tawadzun.. Bisakah?



Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai seorang pengusung dakwah, menjaga kinerja dakwah agar tetap optimal dan konsisten juga merupakan tuntutan tersendiri, maka perlu juga perencanaan yang baik untuk menyeimbangkan kedua hal ini.
Ada hal yang unik dari keluhan yang terjadi saat ini, adalah ketika nilai sedang menurun, maka kambing hitam yang paling mudah untuk di tunjuk adalah banyaknya aktifitas dakwah. Hal ini seakan-akan dakwah lah yang membuat nilai kita jatuh. Hey teman, open up your eyes, apakah betul dakwah yang membuat nilai turun? jika  percaya hal ini, maka kita tidak percaya janji Allah akan balasan akan amal yang kita lakukan. atau mungkin sedang mengalami disorientasi dakwah sehingga merasa tidak bermanfaat untuk menjalankan dakwah, justru dakwah membuat kita terpuruk.
Lalu terpikir kembali, apakah kita bisa menjamin tanpa aktifitas dakwah nilai Anda akan meningkat. Suatu ketika pernah ditantang hal ini ke salah satu teman saya, dan ternyata hasilnya ia hanya mengalami peningkatan IP sebesar 0,1 saja. Kenaikan yang tidak banyak dan tidak sebanding dengan meninggalkan dakwah.
Hal lain yang sering muncul berlawanan dengan kasus diatas, yakni aktifis dakwah yang sudah cukup frustasi dengan nilainya sehingga ia berpikir untuk tidak begitu mempedulikan akademiknya dan hanya focus pada aktifitas dakwah. Saya melihat kader dengan pandangan seperti ini masih sepakat dengan motto kader dakwah 1 dekade silam, yakni kader yang IP nya 2,00 adalah mujahid, dan kader yang IP nya 3,50 adalah pengkhianat. sebuah pandangan yang jauh dari relevan untuk di aplikasikan saat ini.
Pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset kita. Life is about mindset. Jargon ini tampak sangat nyata dan benar adanya. Jika kita berpikir bahwa kita bisa berdakwah secara optimal dengan tetap meraih nilai memuaskan, maka kita akan menjadikan hal tersebut kenyataan. Ini langkah penting dalam memulai keseimbangan ini, pikirkan lalu tuliskan atau lukiskan keinginan kita ini dalam secarik kertas, lalu internalisasikan secara mendalam kepada hati dan pikiran kita. Hal ini dilakukan Ketua Umum Gamais ITB yang  mencoba hal ini pada semester ke-6 di ITB. Beliau meniatkan dalam hati bahwa tidak boleh ada lagi nilai B dalam traskripnya, membayangkan hanya nilai A di transkrip. Lalu Beliau tuliskan hal itu di buku catatan, dan dibuat gambar untuk di taruh di background desktop laptop. Selama satu semester mindset  beliau jaga, dan Alhamdulillah di akhir semester, hanya ada 1 nilai B dalam transkrip nilai semester 6 , IP 3,9 pun diraih. Subhanallah.. ^^
Teringat sebuah cerita, ada seorang aktvis dakwah. Beliau, aktif, sangat aktif sekali, cukup salut pada beliau. Tak heran, jika ia menjadi salah seorang lumayan penting dalam kampus. Keberadaannya pun menjadi “rebutan” bagi wajihah-wajihah dakwah.  Namun ia kemudian bermasalah dalam semesternya kali ini. Dan alangkah terkejutnya ketika ia berkata, ia ingin “berkonsentrasi kuliahnya”. Sebuah istilah lain untuk berkata, “ana ingin mundur”. Ini memang bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya pun sudah pernah terjadi seperti ini.

“Ana hanya ingin membahagiakan orang tua ukh!”
sadarkah, “apakah HANYA dengan IP kita bisa membahagiakan orang tua kita? Alangkah minim sekali standart itu?” terkadang kita begitu terlalu sempit membatasi semua standar kita. Atau jawaban-jawaban klise lain.

“Ana kekampus ini untuk kuliah ukh!”
“Lha iya sama, ana juga kuliah, bukan jualan tempe, atau sekedar main-main saja”. 

Ah.. seandainya IP kita yang bagus, pasti semakin mendekatkan kita ke Jannah-Nya… 

Lagi-lagi kasus ini terulang lagi, dan lagi-lagi keterbatasan dan keterpurukan dalam akademisnya, seringkali membuat kita menyalahkan aktivitas dakwah kita. Kita pun seolah menuding pada aktivitas dakwah yang seabrek, pada ini, pada itu, dan kita pun meminta pengurangan amanah, bahkan yang terburuk, kita mundur dari sebuah amal dakwah. Masya Allah…

Sambil berkelit kita berkata, “Ah, bukankah saya masih tetap berdakwah, meski dalam bentuk yang berbeda?”, tanpa mau sedikitpun kita tersadar, kita telah membuat sebuah kekuatan menjadi lemah karena salah satu tiangnya pergi. Tanpa sadar bahwa kita membuat tiang-tiang lain, kemudian menerima beban atap yang kita tinggalkan, padahal dalam sebuah kenyataan IP mereka lebih buruk daripada kita, teman..
  
Dakwah itu syamil, jangan dikotak-kotakkan dengan akademis, organisasi dan lain sebagainya
Ya Allah, jadikanlah kami malu kepada RasulMu, kepada Umar, sang khalifah tanpa istana karena untuk ummat-lah miliknya semuanya.

Jadikanlah kami malu kepada Mushab, selebritis Mekkah yang meninggalkan gemerlap dunianya untuk bergabung menjadi pemuda dakwah, yang di akhir Uhud, syahid dengan baju yang sangat sedikit.

Jadikanlah kami malu kepada Sumayyah, bukan sekedar IP atau harta mereka berkorban, namun dengan jiwa dan darah mereka persembahkan.

Jadikanlah kami malu kepada Al Khansa, bukan sekedar IP atau harta ia korbankan, namun keseluruhan putra-putra terbaiknya yang ia persembahkan.

Sungguh segenap alasan, bisa kita lontarkan saat ini, sebagaimana Ka’ab bin Malik yang tak ikut tabuk-pun tentulah akan mampu untuk menjawab mahkamah Rasulullah. Sebagaimana yang dilakukan 80 orang sebelumnya. Namun ia tahu, bahwa Allah Maha Tahu segalanya. Bahwa kita bisa jadi akan berjuta alasan di dunia, dan orang-orang pun dengan ikhlas akan menerima. Namun kita pun terkadang lupa, Akankah kita bisa menjawab hal yang sama di akhirat?

Sungguh, melemah dalam perjalanan, adalah lebih baik daripada kalah dan berbalik arah
dan sungguh kekuatan dalam perjalanan, akan lebih disukai. Karena mukmin yang kuat, lebih disukai daripada mukmin yang lemah.

Ya Allah, jangan biarkan kami berkata, “ini Hidupku, ini pilihanku”
Padahal dalam kehidupan kita,  kami berkata, “inna sholaati wanusuki wa mahyaya, wamamaati lillahi robbil ‘alamin” (sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup serta matiku untuk Allah tuhan semesta alam)

Ya Rabb, luaskanlah hati kami, luaskanlah cara pandang kami, agar ketika kami menunjuk menyalahkan dakwah, maka 4 jari ini tetap menunjuk kepada diri kami, berkata, “Bukankah kita sendiri yang belum bisa me-manajemen dengan baik semua ini?”

Ya Rabb, jangan jadikan “pilihan untuk mundur dari perjalanan”, ada dalam lembar kehidupan kami. Bukakanlah pikiran dan jiwa kami, jauhkanlah syaithan dari kelemahan jiwa dari amal-amal keputusan kami. Jadikan agar kami merubah cara belajar kami, bukan merubah amanah dakwah kami. Jadikanlah agar kami tetap berkarya meski dalam keterbatasan jiwa.

Ya Rabb, kokohkanlah kami di jalan-Mu, jalan para Nabi, jalan para Syuhada dan Dai-dai yang ikhlas di jalan-Mu.
Ya Rabb, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu, hingga akhir hayat kami.

Aamiin…
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47]: 7)

Disadur dari buku “analisa instan problematika dakwah kampus”
Ridwansyah a. Yusuf

Pelangi Ukhuwah

Bismillah

re-post tulisan di FB

Di penghujung 2011
Setiap kali hujan reda selalu menanti hadirnya pelangi. Ya... P.E.L.A.N.G.I.
                                   

Setelah langit hitam nan kelam mengucurkan air matanya, seketika itu sang Surya memberi sinaran ke muka bumi. Semua kagum akan kemunculannya, Kagum pada  perpaduan berbagai warnanya sehingga bisa membentuk lukisan yang indah,
padahal sejatinya ia hanya berasal dari satu warna yang jernih dan bening.


Tahukah apa yang menjadikan pelangi itu indah?
Pelangi menjadi sesuatu yang indah karena warna-warna yang berbeda di dalamnya saling melekat dan mengikat, tidak bercerai berai. Walaupun masing-masing mempunyai ciri khas dan karakter yang berbeda.
Seperti itu pula ukhuwah kita, diri kita masing-masing punya karakter tersendiri tapi semakin sempurna jika bersama dalam sebentuk pelangi ukhuwah.
Dari yang galak (siapa ya?), kalem dan pendiem (ehmm..), baik banget (waah..), ramah dan murah senyum (^_^), sukanya yang ribet-ribet (ckckck), rame dan narsis (grrr), ada-ada aja karakternya..
Sifat-sifat yang berbeda dengan karakternya yang khas. Saling melengkapi dan membuat cerita indah bersama. Seperti Pelangi selalu dapat membuat orang yang melihatnya merasa bahagia dan nyaman. Karena perbedaan itu mereka bahagia.
Apa jadinya jika pelangi hanya terdiri dari dua warna saja atau bahkan satu warna? Apa namanya tetap pelangi? Tentu bukan. Jika hanya biru, mengapa tidak lihat laut yang menenangkan atau langit luas. Jika hanya hijau saja, pohon yang kokoh bisa mewakili itu semua. Karena perbedaan warna itulah yang membuat pelangi menjadi indah.
Walau berbeda, namun warna-warna tersebut punya tujuan yang sama, Menunaikan tugas penciptaannya tuk hiasi dan beri keindahan pada langit tempatnya berada.
Semoga seperti itu kebersamaan kita, kebersamaan kita karena hanya Allah yang menjadi tujuannya. Kebersamaan ini nikmat karena ada dakwah yang menjadi landasannya.
Memang membutuhkan upaya dan usaha menyatukan perbedaan tersebut dalam satu tujuan. Saling mengerti dan memahami kondisi saudari-saudari kita.
Maka biarlah warna – warna itu tetap hadir dengan kekhasannya. Hingga nantinya ia akan dapat membuat dirinya sendiri bahkan orang lain merasa bahagia, hanya dengan menatapnya.

Pelangi itu muncul setelah hujan membasahi bumi. Setelah langit yang hitam nan kelam mengucurkan air matanya, pelangi hadir dengan keindahan yang menawan. Ukhuwah ini muncul setelah banyak melalui kejadian dalam kebersamaan. Senang, suka, gembira, pusing, ribet, kecewa, sedih. Senangtiasa menghiasi perjalanan kebersamaan kita..
Dan dalam kebersamaan selalu ada saja ujian dan tantangannya. Berbeda pendapat lah, merasa tidak dihargai lah, tidak bisa memahami kondisi orang lain lah, merasa sendiri lah, merasa dikecewakan orang lain lah, merasa dicuekin lah, merasa paling banyak berkorban lah, merasa yang paling benar lah, dan lain sebagainya.
Tapi tahukah engkau? ukhuwah itu akan indah pada akhirnya. Ada proses di sana untuk semakin mengeratkan kebersamaan ini, hanya perlu berusaha dan berkorban untuk dapat memahami satu dengan lainnya. Karena keragaman itu adalah keniscayaan namun mengelolanya membutuhkan usaha. Dan akan berakhir dengan indah karena  Allah senantiasa menguatkan kebersamaan kita.

  Masih ingatkah sabda Rasulullah: “Pada hari kiamat kelak akan ada suatu kaum yg wajahnya bersinar bagai purnama. Dia bertahta diatas mimbar-mimbar bertabur berlian yang gemerlap. Orang-orangpun iri padanya. Padahal dia bukan Nabi dan bukan pula orang yang mati syahid..”.
Seorang sahabat bertanya:
“Siapakah orang itu ya Rasulullah..?”
Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang sewaktu di dunia saling mencintai karena Allah. Mereka terdiri dari beragam suku dan bangsa. Mereka bertemu karena-Nya dan berpisah juga karena-Nya.” (HR.Tabrani dan dishahihkan oleh Muslim)

For keluarga SKI FMIPA 2011
Semoga keistiqomahan dan ukhuwah senangtiasa mengikat hati-hati kita..

Selasa, 13 September 2011

Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu, Gimana caranya??

Facebook, sebuah situs jejaring sosial yang sudah mulai mendarah daging dikalangan penggunanya. Tiada hari tanpa akses account facebook. Saat santai, ngumpul bareng teman, bercanda dan aktifitas yang lain. Semua kegiatan terasa ada yang kurang kalau tanpa dibarengi dengan mengupdate status melalui situs yang dibangun oleh Mark Zuckerberg yang terkenal ini.

Banyak manfaat yang kita dapat dari social network facebook. Kita bisa mempunyai banyak teman, bertukar cerita, foto dan video dengan yang lain, diskusi tentang berbagai hal, bertemu dengan idola kita dan masih banyak lagi. Komunikasi tetap akan berjalan lancar meskipun tanpa bertemu langsung dengan seseorang di daftar teman yang kita miliki.

Diantara banyak manfaat yang bisa kita ambil, perlu diwaspadai juga ada banyak hal negatif yang timbul jika kita hanya berkutat dengan facebook. Saat asyik berfacebook ria, kita kadang sering lupa waktu, lupa makan, pekerjaan jadi terbengkalai dan banyak hal negatif yang lain. Bukan manfaat dan hal positif yang kita dapat, malah hal-hal negatif bisa semakin merasuk dalam diri kita.

Kalau seperti ini, siapa yang rugi? Kita juga kan?

Untuk mengatasi hal tersebut, (jika diperlukan) ada baiknya anda menutup account facebook untuk sementara waktu dan melanjutkan aktifitas anda yang terbengkalai. Jika suatu hari ingin menggunakannya lagi, anda bisa mengaktifkannya kapan saja.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

* Login ke account facebook anda.
* Klik menu Account pada bagian atas dan dan lanjuktan dengan memilih Account Settings.
Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu Image
* Setelah halaman baru terbuka, klik link Deactivate Account di bawah Account Security.
Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu Image
* Anda akan ditanya (surfei dari facebook), ingin menonaktifkannya karena apa. Pilih This is temporary. I’ll be back. Jika anda ingin menuliskan alasan anda, tulis pada form kosong yang ada di bawahnya.
Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu Image
* Lanjutkan dengan menekan tombol Confirm pada bagian bawah.
Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu Image
* Anda akan diminta untuk memasukkan password dari account facebook anda. Masukkan password dan klik tombol Confirm.
Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu Image
* Lanjutkan dengan memasukkan kode verifikasi dari facebook.
Menonaktifkan Account Facebook Untuk Sementara Waktu Image
* Terakhir, klik tombol Submit.

Setelah langkah di atas selesai, halaman facebook anda akan beralih ke home page dari facebook.

Selesai sudah, sekarang facebook yang anda miliki sudah tidak aktif lagi. Jika tidak percaya, coba minta teman anda untuk melihat facebook mereka. Nama anda tidak akan ada di daftar teman yang mereka miliki. Jangan khawatir account facebook anda hilang, anda bisa mengaktifkannya lagi kapan saja dengan cara login seperti biasa.

Kesimpulan :

Facebook memang situs jejaring sosial yang baik untuk mencari teman, sahabat atau bahkan pasangan hidup. Tetapi, disaat yang lain mungkin facebook malah akan menganggu aktifitas dan kinerja anda dibidang yang lain. Jika diperlukan, ada baiknya anda menonaktifkannya untuk sementara waktu demi kelancaran aktifitas yang lain.

Jangan khawatir account facebook anda hilang karena penonaktifan tersebut hanya bersifat sementara. Anda bisa mengaktifkan kembali kapan saja dan di mana saja dengan login seperti biasa.

Selamat mencoba dan jadikan media jejaring sosial seperti facebook menjadi lebih bermanfaat untuk kehidupan anda.

Read more: http://blog.fastncheap.com/menonaktifkan-account-facebook-untuk-sementara-waktu/#ixzz1XtnFoGtu

Dataware and Data Mining

Data Warehouse
Data warehouse adalah kumpulan data yang diproduksi untuk pembuatan pendukung sebuah keputusan. Data warehouse juga merupakan tempat penyimpanan data sekarang maupun yang dulu yang mempunyai potensi menarik bagi manajer dalam mengelola organisasinya.
Sebuah data biasanya terstruktur dan tersedia dalam form siap untuk aktivitas pemrosesan analisis (contoh: Online analytical processing (OLAP), data mining, querying, reporting, dan aplikasi pendukung keputusan lainnya)
Karakteristik data warehouse
 Subject oriented
Data warehouse didesain untuk menganalisa data berdasarkan subyek-subyek tertentu, bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu.
 Integrated
Data warehouse dapat menyimpan data-data yang berasal dari sumber-sumber yang terpisah ke dalam suatu format yang konsisten dan saling terintegrasi satu dengan lainnya.
 Time variant
Data warehouse menyimpan data yang bersifat historis.
 Non-volatile
Data pada Data warehouse tidak di-update secara real time tetapi di refresh dari sistem operasional secara reguler.
Data mart adalah kombinasi database dengan seluruh elemen perusahaan, datamart biasanya kecil dan focus pada subjek atau departemen tertentu. Data mart merupakan bagian dari data warehouse, secara khas terdiri dari single subject area (contoh : marketing, operations). Data mart dibagi menjadi dua jenis yaitu dependent datamart dan independent data mart. Dependent data mart adalah bagian yang dibuat secara langsung dari sebuah data warehouse. Independent data mart merupakan sebuah warehouse yang kecil didesign untuk strategi bisnis unit (SBU) atau sebuah departemen, tetapi sourcenya bukan Entreprise Data Warehouses (EDW)
Operational Data Store (ODS) merupakan sebuah tipe dari customer-information-file database yang biasanya digunakan untuk area memamerkan data warehouse. Entreprise Data Warehouses (EDW) adalah data warehouse yang berukuran besar yang digunakan untuk perusahaan dalam mendukung sebuah keputusan yang diambilnya.
Metadata adalah data dari sebuah data. Meta data mendeskripsikan struktur dan inti dari sebuah data, yang bisa berkontribusi untuk penggunaan efektifa dan inefektif. Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data. Jika data tersebut dalam bentuk teks, metadatanya biasanya berupa keterangan mengenai nama ruas (field), panjang field, dan tipe fieldnya: integer, character, date, dll.
Delapan komponen dalam pemrosesan data warehouse
- Data sources
- Data extraction
- Data loading
- Comprehensive database
- Meta data
- Middleware tools
Data integration membagi menjadi 3 proses besar yaitu data access, data federation, dan change capture. Ketika tiga proses ini diimplementasikan dengan benar, data dapat diakses dan dibuat untuk menjadi susunan seperti ETL (Extraction, Transformation, and Load), dapat untuk menganalisis peralatan dan lingkungan data warehouse.
Teknologi ETL (Extraction, Transformation, and Load) menarik data dari berbagai sumber, menyaringnya, dan memuatnya di dalam data warehouse.
Real time atau data aktif dari data warehouse mensuplement dan mengembangkan data tradisional warehousing, bergerak ke bidang operasional dan taktis pembuat keputusan dengan memuat data pada real time dan menyiapkan data untuk user sebagai pembuat keputusan yang final. Keamanan dan privasi pada data dan informasi menjadi isu critical yang penting untuk data warehouse professional.
Data Mining
Data mining merupakan proses untuk menggali(mining) pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya.
Aplikasi data mining dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari pada bisnis dan pemerintahan, termasuk pelayanan kesehatan, keuangan, pemasaran, dan keamanan.
Tiga kategori dalam data mining yaitu prediction (classification atau regression), clustering dan assosiation.
Project data mining harus mengikuti proses manajemen project yang sistematis untuk menjadi project yang sukses. Beberapa ususlan proses data mining aadalah CRIPS-DM, SEMMA, KDD dsb. CRIPS-DM menyiapkan sistematis dan berurutan jalan untuk bisa mengkondisikan project data mining.
Langkah awal dalam proses project data mining adalah melahap banyak waktu total project (lebih dari 80% dari total waktu)
Data preprosessing teradapt emapt tahap yaitu data consolidation, data cleaning, data transformation, dan data reduction. Metode classification mempelajari dari contoh yang lalu berisi tentang inputs dan hasil class label dan melatih secara benar dalam mengklasifikasikan dengan benar ke depannya.
Pola bagian dari clusstering memuat natural segment atau clusters. Beberapa anggota segment berkumpul dengan karakter yang sama.
Beberapa solusi yang diberikan data mining antara lain :
1. Menebak target pasar
Data mining dapat mengelompokkan (clustering) model-model pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pemebeli sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.
2. Melihat pola beli dari waktu ke waktu
Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli dari waktu ke waktu.
3. cross-market analysis
Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan antara satu produk dengan produk lainnya.
4. Profil pelanggan
Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil pembeli sehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu cenderung kepada suatu produk apa saja.
5. Informasi summary
Data mining dapat membuat laporan summary yang bersifat multi dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.

Referensi :
- Turban, Sharda, Delen. Decision Support and Business Intelligence systems. Pearson
- myhut.org/public/datawarehouse.doc
- en.wikipedia.org/wiki/Data_warehouse
- en.wikipedia.org/wiki/Data_mining

Arti Menolong Agama Allah??

ÙˆَÙ„َÙŠَنصُرَÙ†َّ اللَّÙ‡ُ Ù…َÙ† ÙŠَنصُرُÙ‡ُ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ù„َÙ‚َÙˆِÙŠٌّ عَزِيزٌ


Artinya : “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

Ath Thobari mengatakan bahwa makna dari “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” Yaitu Allah swt pasti meonolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya tinggi terhadap musuh-musuh-Nya. Maka makna pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya sedangkan makna pertolongan hamba-Nya kepada Allah adalah jihad orang itu dijalan-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya.” (Tafsir At Thobari juz XVII hal 651)

Sedangkan al Qurthubi mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang menolong agama dan nabi-Nya. (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz XII hal 386)

ÙˆَÙ„ِÙŠَعْÙ„َÙ…َ اللَّÙ‡ُ Ù…َÙ† ÙŠَنصُرُÙ‡ُ ÙˆَرُسُÙ„َÙ‡ُ بِالْغَÙŠْبِ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ù‚َÙˆِÙŠٌّ عَزِيزٌ


Artinya : “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid : 25)

Sayyid Qutb mengatakan bahwa “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya..” Adalah isyarat untuk berjihad dengan menggunakan senjata. Permasalahan ini diletakkan dalam ayat yang berbicara tentang pengorbanan jiwa dan harta.

Tatkala berbicara tentang “Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” Kemudian Allah melanjutkannya dengan menjelaskan makna pertolongan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menolong manhaj dan da’wah-Nya, adapun Allah swt tidaklah membutuhkan pertolongan dari mereka. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (Fii Zhilalil Qur’an juz VI hal 4395)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya.” Orang yang menolong Allah swt dan Rasul-Nya dengan memiliki keinginannya membawa senjata. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” adalah Dia swt menolong orang yang menolong-Nya yang sebetulnya Dia swt tidak membutuhkan pertolongan dari manusia. Adapun disyariatkannya jihad adalah untuk menguji sebagian kalian dari sebagian yang lain.” (Tafsir Ibnu Katsir juz VIII hal 28)

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ† تَنصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَنصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ


Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

Sayyid Qutb mengatakan,”Bagaimana orang-orang beriman menolong Allah sehingga mereka menegakkan persyaratan dan mendapatkan apa yang disyaratkan bagi mereka berupa kemenangan dan diteguhkan kedudukan ?” Beliau melanjutkan,”Sesungguhnya mereka memurnikan Allah dalam hati mereka dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu baik syirik yang nyata maupun yang tersembunyi serta tidak menyisakan seseorang atau sesuatu pun bersama-Nya didalam dirinya. Dia menjadikan Allah lebih dicintai dari apapun yang dia cintai dan sukai serta meneguhkan hukum-Nya dalam keinginan, aktivitas, diam, saat sembunyi-sembunyi, terang-terangan maupun saat malunya, maka Allah akan menolongnya dalam diri mereka.

Sesungguhnya Allah memiliki syariat dan manhaj kehidupan yang tegak diatas prinsip-prinsip, aturan-aturan, nilai-nilai dan tashawwur khusus bagi seluruh makhluk yang ada maupun bagi kehidupan. Dan pertolongan Allah akan terealisasi dengan menolong syariat dan manhaj-Nya dan berupaya untuk menegakkan hukumnya didalam seluruh kehidupan tanpa kecuali, inilah menolong Allah dalam realita kehidupan.

Mari sebentar kita menengok firman Allah “Dan orang-orang yang berperang di jalan Allah.” serta “jika kamu menolong (agama) Allah”.. Terdapat dua kondisi yaitu kondisi perang dan kondisi menang dan hal itu disyaratkan dilakukan hanya karena Allah dan di jalan Allah, ini adalah syiar yang sudah menjadi aksioma.

Sesungguhnya tidak ada jihad, syahid, dan surga kecuali ketika jihad itu dijalan Allah saja, kematiannya dijalan-Nya saja dan menolong-Nya saja baik didalam jiwa maupun didalam manhaj kehidupan.

Tidak ada jihad, syahid dan surga kecuali jika tujuannya agar kalimat Allah tinggi dan menjadikan syariat dan manhaj-Nya menguasai hati, akhlak, prilaku, kondisi, perundang-undangan dan aturan-aturan mereka.

Dari Abu Musa berkata,”Rasulullah saw pernah ditanya tentang seseorang yang berperang dengan gagah, dan untuk fanatisme kesukuan, karena riya, yang manakah yang disebut berperang dijalan Allah ? Beliau menjawab,”Siapa yang berperang agar kalimat Allah tinggi maka dialah orang yang berperang dijalan Allah.”

Sedangkan makna “, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Maksudnya adalah diteguhkan dalam kemenangan dan berbagai pembiayaannya.. karena kemenangan bukanlah akhir peperangan antara kufur dengan iman, antara batil dan hak, dan untuk menang memerlukan pembiayaan dalam setiap jiwa maupun dalam realita kehidupan. Untuk menang memerlukan pembiayaan yaitu tidak sombong dan tidak menganggap remeh. Banyak jiwa mampu tetap teguh terhadap suatu ujian dan cobaan namun sedikit yang tetap teguh terhadap kemenangan dan kenikmatan. Keshalehan dan keteguhan hati diatas kebenaran setelah kemenangan merupakan derajat lain dibalik kemenangan dan barangkali inilah yang ditunjukkan oleh ungkapan yang ada didalam Al Qyr’an. (Fii Zhilali Qur’an juz VI hal 3288 – 3289)

Apa yang disampaikan oleh para mufasir tentang makna kemenangan diatas menjelaskan kepada kita bahwa Allah swt berjanji untuk senantiasa menolong orang-orang yang menolong-Nya.

Sesungguhnyta Allah tidaklah membutuhkan pertolongan sedikitpun dari hamba maupun makhluk-Nya karena Dia adalah Yang maha Kuat lagi Maha Perkasa. Namun Allah swt ingin menguji diantara hamba-hamba-Nya mana yang memang layak untuk mendapatkan pertolongan dari-Nya.

Adapun pertolongan yang Allah inginkan terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman adalah :

1. Menolong Rasul-Nya dalam menyebarkan dan meneguhkan agama dan risalah yang dibawanya ditengah-tengah manusia sehingga ia berada diatas seluruh agama yang ada di muka bumi ini.

2. Menolong agamanya dengan berupaya menerapkan syariat dan manhaj-Nya sehingga menguasai dunia dan mewarnai seluruh sendi-sendinya dengan nilai-nilai kebaikan yang ada didalamnya mengalahkan berbagai nilai-nilai jahiliyah yang rendah.

Dan kedua hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan cara berjihad di jalan Allah swt mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi yaitu berperang di jalan Allah, sebagaimana maksud dari kata tersebut yang ada didalam ayat-ayat Al Qur’an. Dan jihad yang Allah inginkan bukanlah yang dilakukan hanya semata-mata untuk menampilkan kegagahan, keberanian yang ada dalam diri seseorang saat berjihad, atau bukan pula yang dilakukan semata-mata karena fanatisme kedaerahan, kebangsaan atau kelompoknya atau bukan juga karena ingin mendapat pujian dan sanjungan seseorang. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang berjihad di jalan Allah, yaitu :

1. Ikhlas karena Allah swt
Hadits Abu Musa diatas menjelaskan pentingnya keikhlasan dalam berjihad di jalan Allah sehingga apa yang telah dikorbankan dan dikeluarkan selama persiapan hingga saat berjihadnya tidaklah menjadi sia-sia dikarenakan ketidak-ikhlasannya dalam melakukan hal-hal tersebut.

Bukankah Rasulullah saw telah bersabda,”Sesungguhnya Amal perbuatan seseorang tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhori Muslim)

2. Mencintai Allah diatas dari yang lainnya.
Sulit bagi seseorang keluar dari rumah dan meninggalkan keluarga serta apa yang dimilikinya untuk berjihad dijalan Allah ketika hatinya masih terpaut kuat dengan itu semua. Kecintaan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya lah yang menjadikan dia rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan hanya mengharap ridho dan surga dari-Nya.

3. Menggunakan persenjataan.
Diantara yang disyariatkan dalam setiap amal perbuatan adalah ikhtiyar (usaha) manusia, begitu pula dalam berjihad dijalan Allah. Meskipun Allah swt Maha Kuasa atas segala sesuatunya, termasuk memenangkan perjuangan hamba-hamba-Nya yang beriman namun Allah ingin melihat usaha yang dilakukan mereka untuk memenuhi persyaratan-persyaratan dalam mendapatkan kemenangan tersebut. Dan diantara usaha yang harus dilakukannya adalah mempersiapkan persenjataan untuk menghadapi kekuatan musuh,

Demikianlah yang bisa disimpulkan dari beberapa ayat diatas yang berbicara tentang pertolongan Allah kepada kaum mukminin.

Wallahu A’lam
eramuslim.com

Jumat, 05 Februari 2010

Apa Pantas Berharap Surga?

Sholat dhuha cuma dua rakaat; qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk.

Shalat lima waktu? Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula. Tanpa doa dan segala macam puji untuk ALLAH, dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.

Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib.
Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”.
Dengan shalat model begini, apa pantas ,mengaku ahli ibadah.

Padahal Rasulullah dan para sahabat senangtiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada ALLAH.
Tak jarang kaki mereka bengkak karena terlalu lama berdiri dalam khusuknya.

Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap ALLAH Yang Maha Mendengar mau mendengar keluh mereka.
Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan.
Kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Al Qur’an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya.
Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikitpun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat ALLAH maka tergetarlah hatinya.
Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, inipun tak rutin. Kadang lupa. Kadang sibuk, kadang malas. Yang begini mengaku beriman?

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat ALLAH.
Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat ALLAH yang baru saja dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes tetes air mata.
Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan ALLAH bahwa mereka jatuh karena mulut-mulut indah yang melafazkan ayat-ayat ALLAH dengan pemahaman dan pengalaman tertinggi.

Bersedekah jarang, begitu juga infaq. Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesame jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti social, yah itung-itung ikut meramaikan.

Sudahlah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum?

Kalau seperti ini, apa pantas berharap kebaikan dan kasih ALLAH?
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindu, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan hanya semata dimiliki Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.

Ia senangtiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Ia mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Seringkali masalahnya Cuma sepele dan remeh temeh tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari. Detik demi detik dada ini terasa jengkel. Setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapat bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini?

Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan ALLAH dan Rasulullah kelak? Wajah indah ALLAH dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang yang beriman yang masuk surge ALLAH kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai ALLAH itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudar sendiri?

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah membuat kesal hati mereka. Apalagi mendoakan mereka mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apapun, selain sikap ramah penuh kasih sayang dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.

Orang-orang seperti kita, apa pantas berharap surga ALLAH?
Dari ridho orang tua lah, ridha ALLAH diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut sebagai tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali menyebut nama Ibu sebelum kemudian menyebut nama Ayah?

Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangam lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah yang teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi medapat kesempatan itu. Ataukah harus menunggu ALLAH memanggil orang-orang terkasih itu. Hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?
Jangan tunggu penyesalan.

Ya ALLAH, jangan Kau palingkan hati kami menjadi hatu yang keras, sehingga meneteskan air matapun susah. Merasa bersih, merasa suci, merasa tak bersalah, merasa tak membutuhkan orang lain. Padahal dibalik cermin masa depan yang kita banggakan terlukis baying hampa tanpa makna dan kebahagiaan semu penuh ragu.

ASTAGFIRULLAH…
YA ALLAH AMPUNILAH SEGENAP KHILAF KAMI..

Kamis, 04 Februari 2010

Matematika Kehidupan

Bismillah...

Dalam suatu kesempatan, Ust. Yusuf Mansur memberi sedikit ilustrasi hitung-hitungan yang ia sering sebut "matematika sedekah".

Kalo dalam matematika biasa, 10 - 1 = 9, Nah dalam matematika sedekah hasilnya = minimal 19.

Lhoo koq bisa?
Masih ingat Al-Qur’an Surat Al An ‘aam, Ayat: 160? Dimana Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 kali lipat.

Nahh, kalo kita mau kaya dunia-akhirat, yakinlah akan janji Allah tsb.
Contoh minimal 10 kali lipat spt brkt:
Kalo kita punya penghasilan(gaji) Rp 1.000.000 sebulan, coba sisihkan 2,5%nya maka uang kita bukannya tinggal Rp 975.000 (1.000.000 – 25.000 = 975.000), namun menjadi Rp 1.225.000 (1.000.000 – 25.000 = 975.000 + (25.000 x 10) = 1.225.000).

Apalagi kalo kita menyedekahkannya bukan hanya 2,5% tapi hingga 10% atau lebih.
Ilustrasinya:
1.000.000 - 2,5%nya = 1.225.000
1.000.000 - 10%nya = 1.900.000
1.000.000 - 20%nya = 2.800.000
1.000.000 - 30%nya = 3.700.000
1.000.000 - 40%nya = 4.600.000
1.000.000 - 50%nya = 5.500.000
1.000.000 - 60%nya = 6.400.000
1.000.000 - 70%nya = 7.300.000
1.000.000 - 80%nya = 8.200.000
1.000.000 - 90%nya = 9.100.000
1.000.000 - 100%nya = 10.000.000

Insya Allah...

Bila Hati ini Rindu Menangis


Bismillah...

Allah, aku bersaksi tak ada Ilah selainMu. Tak ada satu peristiwa pun terjadi tanpa seizinMu. Engkaulah Raja di atas segala Raja. Cinta di atas segala cinta. Engkau anugerahkan kekuasaan pada siapa yang Engkau kehendaki. Engkau cabut hak berkuasa dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Engkaulah yang berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji hanya bagiMu...

Yaa Naashiru... tsabatkan kami dalam mengemban amanahMu sebagai khalifah fil ardh. Karuniakanlah kami, hamba-hambaMu yang lemah ini untuk berpihak pada kebenaran. Berikanlah kami, hambaMu yang bodoh ini, kekuatan dalam menyebarkan da’wahMu yang mulia. Yaa Ghoffaar...ampuni kelemahan kami dan sikap kami yang melampaui batas. Ighfir lanaa waliikhwaaninalladziina sabaquuna bil iimaan walaa taj’al fii quluubina ghillan lilladziina aamanuu. Robbanaa innaka rouufurrohiim...

Ya Allah, berapa waktuku yang habis untuk bercanda dengan temanku? Berapa waktu yang habis untuk tidurku? Berapa waktu yang habis untuk mencari bahan-bahan studiku? Berapa waktu yang habis untuk urusan duniawiku? Apakah ia lebih banyak dari waktu yang kugunakan untuk bekal akhiratku? Apakah ia menyita waktuku untuk berjuang di jalanMu? Apakah ia merebut waktu-waktu yang seharusnya kuhabiskan untuk beribadah kepadaMu? Waktu yang seharusnya kuhabiskan bersamaMu, berdua denganMu. Ya Allah, di sisa umurku yang entah tinggal berapa, izinkan hamba menghabiskan sisa air mata untuk menangis di hadapanMu, mengadu kepadaMu, kembali padaMu...

Untuk kali ini, izinkan hamba melepas semua atribut dan simbol-simbol keduniawian, menanggalkan jubah-jubah keorganisasian, dan menghadapMu hanya sebagai hamba yang rendah dan hina. Ya Allah, apakah jiwa-jiwa kami telah terperangkap dan terbelenggu oleh dunia? Apakah gelimang dosa telah menutup mata hati kami untuk rindu melihat syurga? Apakah hati yang membeku tak lagi merasa takut akan panasnya api neraka? Ampuni kami Ya Allah...

Kami sadar, jika kami memilih menjadi pejuang-pejuangMu untuk menegakkan DienMu niscaya ujian, cobaan, masalah, dan kesulitan adalah hal yang pasti kami tempuh. Dan kami sadar, tanpa ada kekuatan untuk bersandar, niscaya kami takkan mampu mengatasinya. Tanpa ada landasan untuk berpijak, kami takkan bisa melewatinya. Engkaulah Ya Allah, satu-satunya kekuatan untuk kami bersandar dan landasan untuk kami berpijak. Maka, tak ada jalan lain bagi kami kecuali berusaha untuk tetap bersamaMu, memelihara hak-hakMu, di kala senang dan lapang. Karena kami yakin, Engkau pasti akan ada bersama kami di saat kami mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan.

Sahl bin Abdullah berkata, “Barang siapa merasa Allah dekat dengannya maka hati mereka akan terasa jauh dari hal-hal selain Allah, dan barang siapa mencari keridhoan Allah, maka Allah akan membuat ridho, dan barang siapa menyerahkan hatinya kepada Allah, maka Allah menjaga seluruh anggota tubuhnya.”

“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 29: 5)

“....Di antara sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan kepada Allah sebagai kesibukan bagimu” (Ali bin Abi Tholib)

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membantu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Azzumar: 22-23)


Saat tak ada seorangpun di sisi
Allah, tak kan pernah meninggalkanmu sendiri
Dia akan selalu ada di tiap ketika
Menatapmu dengan tatapan lembut penuh cinta
Setiap kala
Setiap pabila

Bersama Allah, selalu dan selamanya.....

Paste From : http://akhwatzone.multiply.com/

Keep On DAKWAH


Bismillaahirrohmaanirrohiim....


"Da'wah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da'wah dan da'wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Alloh swt akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da'wah ini." [Hasan Al Banna]



Da'wah memang tidak mudah. Butuh orang-orang pemberani dan bermental baja. Jalan da'wah juga tidak ditaburi bunga-bunga indah dan wewangi kesturi, tapi ia terjal dan berliku, akan banyak kerikil-kerikil tajam dan duri-duri yang melukai tapak-tapak kaki sang pejuang.

Tapi, DA'WAH adalah ANUGERAH. Hanya orang-orang pilihan yang mampu mengembannya. Da'wah adalah kado terindah dan nikmat terbesar yang wajib kita syukuri. Terima kasih Ya Alloh, Kau izinkan kami mengenalnya, dan semoga Kau istiqomahkan kami untuk tetap bersamanya, bersama da'wah, selalu dan selamanya. Ah, apalah arti hidup ini tanpa da'wah??

Memang, godaan dunia akan melemahkan tapak-tapak kaki dalam menaiki tangga kemuliaan, syaitan-syaitan akan menghasut untuk memperkecil nyali di hadapan kemungkaran dan kemaksyiatan, konflik-konflik kecil bisa merenggangkan kerekatan dan hangatnya persaudaraan, dan masih banyak lagi ujian yang dapat meredupkan pancaran cahaya hubbusy-syahadah yang menjadi cita-cita setiap pejuang.

Seberapa TANGGUHkah kita?
Seberapa KUATkah kita?

Pantaskah kita menjadi GENERASI GHURABA' jika untuk membangun kokohnya akhirat hanya dengan mengandalkan sisa-sisa dari dunia saja? Jika dalam menyelesaikan tugas-tugas besar hanya mengandalkan sisa-sisa waktu saja? Jika merindukan ridho Alloh hanya dengan mujahadah yang sekadarnya? PANTASKAH? Akankah pertolongan Alloh dapat kita raih? Akankah kemenangan dan futuh yang dijanjikan Alloh dapat kita capai? Tidak!! Jangan Mimpi!! Perjuangan itu masih panjang, menguras semua energi dan seluruh waktu yang kita punya. TAK KENAL kata BOSAN dan CUTI sementara. Jika seorang mujahid mengalami PENDERITAAN dalam perjuangannya, yakinlah itu BUKAN rintangan perjuangan tetapi JALAN BIASA yang harus dilaluinya sebagai SUNNATULLOH.


Ya ALLOH, pemilik segala kekuatan....

Engkau tiupkan ruh HAMASAH dan MILITANSI kepada siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau pula yang mencabut dan mengambilnya kembali dari siapapun yang Engkau kehendaki. Jika hanya ada 1 kebaikan dalam hidup kami yang Engkau terima, maka DEMI kebaikan itu ya Alloh, JANGAN USIR kami dari JALAN DA'WAH ini, apapun yang terjadi. Jangan biarkan kami gugur untuk kemudian Kau ganti dengan generasi lain yang lebih baik lagi. Sungguh Ya Alloh, betapa inginnya kami menjadi generasi itu. Izinkan kami bergabung dan masuk ke dalam barisannya, barisan GENERASI GHURABA' yang Kau cintai dan merekapun mencintaiMu, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mu'min dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalanMu dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Itulah karuniaMu, Engkau berikan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui...


Dan dengarlah perkataan mereka, generasi ghuroba'....

Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah dari negeri mereka dan mengucapkan selamat tinggal sekarang. Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap serius dikala manusia di sekelilingnya asyik bermain-main. Dan tetap terbangun ketika manusia disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya. Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatannya tenggelam tanpa arah.

Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia berkata. Berkata kepadaku para sahabat, ‘aku melihatmu sebagai orang asing’. Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman dekat. Maka aku berkata, sekali-kali tidak! Bahkan orang banyak itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku. Inilah orang asing itu. Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara manusia. Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat yang mulia.

Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah tersedia

Kami tak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina



"Ayanqushul islamu wa ana hayyun?"
(akankah da'wah Islam ini melemah sedangkan saya masih hidup?)

[Abu Bakar Ash-Shidiq ra.]



: Ya Alloh, apapun yang terjadi, jangan usir kami dari jalan ini....

Paste From : http://akhwatzone.multiply.com/

Jumat, 29 Januari 2010

“MAHASISWA DAN 100 HARI PEMERINTAHAN SBY-BOEDIYONO”



Kamis, 28 Januari 2010, tepat 100 hari pemerintahan SBY

Kasus Bank Century yang melibatkan banyak politisi pemerintahan di bangsa ini, kasus Cicak Vs. Buaya, kasus Antasari, kasus penjara mewah dan banyak kasus lainnya yang sedang ramai dibicarakan dan diberikan di berbagai media menjadi wacana bagi mahasiswa, buruh, petani dan berbagai elemen masyarakat yang menginginkan perubahan pada Indonesia berunjuk rasa di berbagai daerah untuk memperingati 100 hari pemerintahan SBY-BOEDIYONO.

Aksi mahasiswa kali ini menuntut perubahan pada KPK yang lebih baik lagi, penyelesaian yang tepat pada kasus Bank Century, penolakan UM (Ujian Masuk) pada PTN, dan peningkatan gaji pegawai dan buruh. Dan juga membawa aksi Indonesia bersih dari korupsi. Mahasiswa kali ini menentang pernyataan Hatta Redjasa yang menyatakan bahwa kepemimpinan SBY pada 100 hari ini sudah berhasil 100%, menurut mahasiswa itu belum benar dan hanya berhasil 50% lebih sedikit (penyataan ini dilontarkan oleh Presiden BEM UNS, pak Gun di TVOne).

Aksi di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia ini menuntut SBY mundur dari kepemimpinannya karena belum adanya perubahan yang signifikan pada politik dan hukum selama SBY memerintah selama lima tahun lebih di bangsa ini, terbukti dengan tidak becusnya pemerintah dalam menyelesaikan berbagai kasus hukum yang berlangsung saat ini.

Mengenai 100 hari pemerintahan SBY, pemerintah kurang mensosialisasikan program-program 100 hari yang dilaksanakan oleh pemerintahan saat ini. Kebanyakan media akhir-akhir ini lebih menyoroti tentang kasus hukum di negeri ini ketimbang dengan program-program 100 hari pemerintahan ini. sehingga yang diperoleh oleh rakyat kebanyakan mengenai ketidakberdayaan pemerintahan dalam menangani kasus-kasus tersebut, bukan program-program yang direalisasikan dalam 100 hari pemerintahan SBY.

Aksi kali ini dimana mahasiswa sebagai garda terdepan yang menuntut perubahan sebagai tanda bahwa adanya kepedulian dari mahasiswa yang nantinya akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ini yang menginginkan perubahan yang lebih baik pada pemerintahan kali ini. Bagaimana kita bisa memandang kritik dan juga tuntutan yang disampaikan oleh Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat ini bisa merupakan obat yang bisa memacu pemerintahan yang lebih baik lagi. Namun ketika setelah peringatan 100 hari pemerintahan SBY ini, pemerintahan malah tidak mampu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan kasus hukum maka aksi unjuk rasa kali ini bisa jadi sebagai awal gerakan menggulingkan pemerintahan SBY seperti yang dilakukan gerakan mahasiswa yang menggulingkan pemerintahan Soeharto pada tahun 98.

Mahasiswa sudah seharusnya peduli terhadap keadaan bangsanya. Kita bisa memberikan kriktik yang membangun pada pemerintahan agar pemerintah berpihak pada rakyat, tidak hanya menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. “Bagaimana kepedulian kita sebagai seorang mahasiswa terhadap kepemimpinan pemerintah saat ini dan kemajuan bangsa ini?” Jangan sampai mahasiswa tidak tahu terimakasih terhadap rakyat yang telah mensubsidi biaya pendidikannya di universitas. Kita tahu bahwa biaya pendidikan di universitas negeri lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pendidikan di universitas swasta, ditambah juga dengan adanya program beasiswa oleh pemerintah itu semuanya adalah uang rakyat.

Sekarang bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa memperjuangkan hak-hak rakyat yang semakin tertindas dengan adanya kasus-kasus hukum yang melanda saat ini. Rakyat menunggu aksi yang nyata dari mahasiswa untuk dapat membangun Indonesia agar lebih baik lagi. Tanpa menunggu lulus, seharusnya mahasiswa bisa berkontribusi untuk bisa membuat perubahan yang lebih baik lagi pada bangsa ini. salah satu bentuk aksi nyata dari mahasiswa adalah dengan turun ke jalan unjuk rasa mengkritik pemerintahan SBY kali ini, tentu kritik yang disampaikan adalah kritik yang membangun. Selain itu, mahasiswa juga dapat menyumbangkan ide-idenya melalui tulisan yang bisa dimuat di media massa untuk perubahan Indonesia dan juga aksi social nyata membantu masyarakat.

Kami menuntut perubahan yang lebih baik lagi pada pemerintahan SBY_BOEDIYONO…
HIDUP MAHASISWA… HIDUP MAHASISWA…. HIDUP MAHASISWA…!!!

Kisah Burung HudHud

Sabtu, 16 Januari 2009
Based from QS. An-Naml ayat 17-30
Suatu ketika Nabi Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia, dan burung. Mereka berbaris dengan tertib. Lalu nabi Sulaiman memeriksa satu per satu anggotanya. Ketika Nabi Sulaiman sedang memeriksa burung-burung, lalu Beliau berkata, ”Mengapa aku tidak melihat HudHud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”
Tidak lama kemudian datanglah burung HudHud, lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba membawa suatu berita yang meyakinkan. Negeri Saba’ ini dipimpin oleh seorang perempuan dan negeri dianugerahi segala sesuatu. Mereka menyembah matahari, bukan kepada Allah. Sungguh merupakan suatu peluang yang bagus untuk mendakwahkan Islam di negeri Saba’ ini”.
Sulaiman lalu berkata “Akan kami lihat apa berita yang kamu bawa ini benar atau tidak.” Lalu Sulaiman menyuruh burung HudHud membawa surat ke Ratu yang memimpin Negeri Saba’ ini. Ternyata berita yang dibawa oleh Burung HudHud benar. Dia menjatuhkan surat dari Nabi Sulaiman ke Ratu Negeri Saba’ yang bernama Bilqis.
Dari potongan ayat Al Qur’an di atas, bisa diibaratkan dengan hubungan pemimpin dengan anggota-anggota yang dipimpinnya, atau lebih tepatnya dalam sebuah organisasi, seorang ketum atau kabid dengan staf-stafnya. Hikmah yang bisa dipetik:
1.Burung HudHud mempunyai inisiatif sendiri (melakukan pengintaian ke negeri Saba’) tanpa menunggu komando dari Nabi Sulaiman. Bisa diibaratkan dengan sebagai seorang staff tak hanya diam menunggu perintah dari atasannya saja tapi juga apabila dia juga berkreasi sendiri tanpa dikomando dari atasannya.
2.Pemimpin senangtiasa melakukan pengecekan terhadap anggotanya. Seperti Nabi Sulaiman yang memeriksa seluruh bala tentaranya.
3.Jangan memandang pemimpin tahu segalanya. Seperti Nabi Sulaiman yang tidak tahu kalau ada suatu negeri bernama Negeri Saba’ yang dianugerahi segala sesuatu dipimpin seorang Ratu belum mendapat petunjuk dari Allah.
4.Kita harus menyampaikan alasan syari’i atau konfirmasi yang jelas ketika kita tidak bisa hadir. Seperti Burung HudHud yang menyampaikan alasan yang jelas ketika dia tidak bisa hadir pada apel Nabi Sulaiman.
5.Pemimpin harus senangtiasa kehilangan ketika ada anggotanya yang tidak hadir. (ditelusuri kenapa dia tidak hadir).
6.Pemimpin harus perhatian terhadap suatu perkara. Ketegasan nabi Sulaiman akan memberikan hukuman yang berat pada burung HudHud karena tidak hadir dalam pertemuannya.
7.Evaluasi
Senangtiasa melakukan evaluasi ketika acara sudah dijalankan untuk pelajaran yang akan datang.
8.Klarifikasi uzur. Pemimpin jangan mentah-mentah menerima ijin anggota.
9.Menghargai masing-masing anggota, diperlakukan sesuai dengan kapasitasnya.

Semoga Bermanfaat ^_^