Allah Ghoyatuna.. Muhammad Qudwatuna

Allah tujuan kami.. Rasulullah teladan kami. Alqur'an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami. Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

UNS

Universitas Negeri Syariah.. Aamiin

Informatic Engineering

Bersama Allah, Selalu dan selamanya

Jagalah Alloh, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Alloh, niscaya Dia akan selalu bersamamu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh.[HR. Tirmidzi]

Karena Kita Saudara

Allahummanshur Mujaahidiina fii Filisthin, wa fii Iraaq, wa fii Afghon, wa fii Thaliban, wa fii Kashmir, wa fii Bosnia, wa fii Somalia, wa fii Moro, wa fii Shiin, wa fii Fathani, wa fii Xinjiang, wa fii Rohingya, wa fii Thailand, wa fii kulli makaan wa fii kulli zamaan.....Aamiin....

Kamis, 04 Februari 2010

Keep On DAKWAH


Bismillaahirrohmaanirrohiim....


"Da'wah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da'wah dan da'wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Alloh swt akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da'wah ini." [Hasan Al Banna]



Da'wah memang tidak mudah. Butuh orang-orang pemberani dan bermental baja. Jalan da'wah juga tidak ditaburi bunga-bunga indah dan wewangi kesturi, tapi ia terjal dan berliku, akan banyak kerikil-kerikil tajam dan duri-duri yang melukai tapak-tapak kaki sang pejuang.

Tapi, DA'WAH adalah ANUGERAH. Hanya orang-orang pilihan yang mampu mengembannya. Da'wah adalah kado terindah dan nikmat terbesar yang wajib kita syukuri. Terima kasih Ya Alloh, Kau izinkan kami mengenalnya, dan semoga Kau istiqomahkan kami untuk tetap bersamanya, bersama da'wah, selalu dan selamanya. Ah, apalah arti hidup ini tanpa da'wah??

Memang, godaan dunia akan melemahkan tapak-tapak kaki dalam menaiki tangga kemuliaan, syaitan-syaitan akan menghasut untuk memperkecil nyali di hadapan kemungkaran dan kemaksyiatan, konflik-konflik kecil bisa merenggangkan kerekatan dan hangatnya persaudaraan, dan masih banyak lagi ujian yang dapat meredupkan pancaran cahaya hubbusy-syahadah yang menjadi cita-cita setiap pejuang.

Seberapa TANGGUHkah kita?
Seberapa KUATkah kita?

Pantaskah kita menjadi GENERASI GHURABA' jika untuk membangun kokohnya akhirat hanya dengan mengandalkan sisa-sisa dari dunia saja? Jika dalam menyelesaikan tugas-tugas besar hanya mengandalkan sisa-sisa waktu saja? Jika merindukan ridho Alloh hanya dengan mujahadah yang sekadarnya? PANTASKAH? Akankah pertolongan Alloh dapat kita raih? Akankah kemenangan dan futuh yang dijanjikan Alloh dapat kita capai? Tidak!! Jangan Mimpi!! Perjuangan itu masih panjang, menguras semua energi dan seluruh waktu yang kita punya. TAK KENAL kata BOSAN dan CUTI sementara. Jika seorang mujahid mengalami PENDERITAAN dalam perjuangannya, yakinlah itu BUKAN rintangan perjuangan tetapi JALAN BIASA yang harus dilaluinya sebagai SUNNATULLOH.


Ya ALLOH, pemilik segala kekuatan....

Engkau tiupkan ruh HAMASAH dan MILITANSI kepada siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau pula yang mencabut dan mengambilnya kembali dari siapapun yang Engkau kehendaki. Jika hanya ada 1 kebaikan dalam hidup kami yang Engkau terima, maka DEMI kebaikan itu ya Alloh, JANGAN USIR kami dari JALAN DA'WAH ini, apapun yang terjadi. Jangan biarkan kami gugur untuk kemudian Kau ganti dengan generasi lain yang lebih baik lagi. Sungguh Ya Alloh, betapa inginnya kami menjadi generasi itu. Izinkan kami bergabung dan masuk ke dalam barisannya, barisan GENERASI GHURABA' yang Kau cintai dan merekapun mencintaiMu, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mu'min dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalanMu dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Itulah karuniaMu, Engkau berikan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui...


Dan dengarlah perkataan mereka, generasi ghuroba'....

Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah dari negeri mereka dan mengucapkan selamat tinggal sekarang. Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap serius dikala manusia di sekelilingnya asyik bermain-main. Dan tetap terbangun ketika manusia disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya. Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatannya tenggelam tanpa arah.

Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia berkata. Berkata kepadaku para sahabat, ‘aku melihatmu sebagai orang asing’. Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman dekat. Maka aku berkata, sekali-kali tidak! Bahkan orang banyak itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku. Inilah orang asing itu. Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara manusia. Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat yang mulia.

Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami tak peduli terhadap para taghut
Kami adalah tentara Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah tersedia

Kami tak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang
Maka marilah kita berjihad, dan berperang, dan berjuang dari sekarang
Ghurabaa`, dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina



"Ayanqushul islamu wa ana hayyun?"
(akankah da'wah Islam ini melemah sedangkan saya masih hidup?)

[Abu Bakar Ash-Shidiq ra.]



: Ya Alloh, apapun yang terjadi, jangan usir kami dari jalan ini....

Paste From : http://akhwatzone.multiply.com/

Jumat, 29 Januari 2010

“MAHASISWA DAN 100 HARI PEMERINTAHAN SBY-BOEDIYONO”



Kamis, 28 Januari 2010, tepat 100 hari pemerintahan SBY

Kasus Bank Century yang melibatkan banyak politisi pemerintahan di bangsa ini, kasus Cicak Vs. Buaya, kasus Antasari, kasus penjara mewah dan banyak kasus lainnya yang sedang ramai dibicarakan dan diberikan di berbagai media menjadi wacana bagi mahasiswa, buruh, petani dan berbagai elemen masyarakat yang menginginkan perubahan pada Indonesia berunjuk rasa di berbagai daerah untuk memperingati 100 hari pemerintahan SBY-BOEDIYONO.

Aksi mahasiswa kali ini menuntut perubahan pada KPK yang lebih baik lagi, penyelesaian yang tepat pada kasus Bank Century, penolakan UM (Ujian Masuk) pada PTN, dan peningkatan gaji pegawai dan buruh. Dan juga membawa aksi Indonesia bersih dari korupsi. Mahasiswa kali ini menentang pernyataan Hatta Redjasa yang menyatakan bahwa kepemimpinan SBY pada 100 hari ini sudah berhasil 100%, menurut mahasiswa itu belum benar dan hanya berhasil 50% lebih sedikit (penyataan ini dilontarkan oleh Presiden BEM UNS, pak Gun di TVOne).

Aksi di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia ini menuntut SBY mundur dari kepemimpinannya karena belum adanya perubahan yang signifikan pada politik dan hukum selama SBY memerintah selama lima tahun lebih di bangsa ini, terbukti dengan tidak becusnya pemerintah dalam menyelesaikan berbagai kasus hukum yang berlangsung saat ini.

Mengenai 100 hari pemerintahan SBY, pemerintah kurang mensosialisasikan program-program 100 hari yang dilaksanakan oleh pemerintahan saat ini. Kebanyakan media akhir-akhir ini lebih menyoroti tentang kasus hukum di negeri ini ketimbang dengan program-program 100 hari pemerintahan ini. sehingga yang diperoleh oleh rakyat kebanyakan mengenai ketidakberdayaan pemerintahan dalam menangani kasus-kasus tersebut, bukan program-program yang direalisasikan dalam 100 hari pemerintahan SBY.

Aksi kali ini dimana mahasiswa sebagai garda terdepan yang menuntut perubahan sebagai tanda bahwa adanya kepedulian dari mahasiswa yang nantinya akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ini yang menginginkan perubahan yang lebih baik pada pemerintahan kali ini. Bagaimana kita bisa memandang kritik dan juga tuntutan yang disampaikan oleh Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat ini bisa merupakan obat yang bisa memacu pemerintahan yang lebih baik lagi. Namun ketika setelah peringatan 100 hari pemerintahan SBY ini, pemerintahan malah tidak mampu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan kasus hukum maka aksi unjuk rasa kali ini bisa jadi sebagai awal gerakan menggulingkan pemerintahan SBY seperti yang dilakukan gerakan mahasiswa yang menggulingkan pemerintahan Soeharto pada tahun 98.

Mahasiswa sudah seharusnya peduli terhadap keadaan bangsanya. Kita bisa memberikan kriktik yang membangun pada pemerintahan agar pemerintah berpihak pada rakyat, tidak hanya menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. “Bagaimana kepedulian kita sebagai seorang mahasiswa terhadap kepemimpinan pemerintah saat ini dan kemajuan bangsa ini?” Jangan sampai mahasiswa tidak tahu terimakasih terhadap rakyat yang telah mensubsidi biaya pendidikannya di universitas. Kita tahu bahwa biaya pendidikan di universitas negeri lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pendidikan di universitas swasta, ditambah juga dengan adanya program beasiswa oleh pemerintah itu semuanya adalah uang rakyat.

Sekarang bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa memperjuangkan hak-hak rakyat yang semakin tertindas dengan adanya kasus-kasus hukum yang melanda saat ini. Rakyat menunggu aksi yang nyata dari mahasiswa untuk dapat membangun Indonesia agar lebih baik lagi. Tanpa menunggu lulus, seharusnya mahasiswa bisa berkontribusi untuk bisa membuat perubahan yang lebih baik lagi pada bangsa ini. salah satu bentuk aksi nyata dari mahasiswa adalah dengan turun ke jalan unjuk rasa mengkritik pemerintahan SBY kali ini, tentu kritik yang disampaikan adalah kritik yang membangun. Selain itu, mahasiswa juga dapat menyumbangkan ide-idenya melalui tulisan yang bisa dimuat di media massa untuk perubahan Indonesia dan juga aksi social nyata membantu masyarakat.

Kami menuntut perubahan yang lebih baik lagi pada pemerintahan SBY_BOEDIYONO…
HIDUP MAHASISWA… HIDUP MAHASISWA…. HIDUP MAHASISWA…!!!

Kisah Burung HudHud

Sabtu, 16 Januari 2009
Based from QS. An-Naml ayat 17-30
Suatu ketika Nabi Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia, dan burung. Mereka berbaris dengan tertib. Lalu nabi Sulaiman memeriksa satu per satu anggotanya. Ketika Nabi Sulaiman sedang memeriksa burung-burung, lalu Beliau berkata, ”Mengapa aku tidak melihat HudHud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”
Tidak lama kemudian datanglah burung HudHud, lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba membawa suatu berita yang meyakinkan. Negeri Saba’ ini dipimpin oleh seorang perempuan dan negeri dianugerahi segala sesuatu. Mereka menyembah matahari, bukan kepada Allah. Sungguh merupakan suatu peluang yang bagus untuk mendakwahkan Islam di negeri Saba’ ini”.
Sulaiman lalu berkata “Akan kami lihat apa berita yang kamu bawa ini benar atau tidak.” Lalu Sulaiman menyuruh burung HudHud membawa surat ke Ratu yang memimpin Negeri Saba’ ini. Ternyata berita yang dibawa oleh Burung HudHud benar. Dia menjatuhkan surat dari Nabi Sulaiman ke Ratu Negeri Saba’ yang bernama Bilqis.
Dari potongan ayat Al Qur’an di atas, bisa diibaratkan dengan hubungan pemimpin dengan anggota-anggota yang dipimpinnya, atau lebih tepatnya dalam sebuah organisasi, seorang ketum atau kabid dengan staf-stafnya. Hikmah yang bisa dipetik:
1.Burung HudHud mempunyai inisiatif sendiri (melakukan pengintaian ke negeri Saba’) tanpa menunggu komando dari Nabi Sulaiman. Bisa diibaratkan dengan sebagai seorang staff tak hanya diam menunggu perintah dari atasannya saja tapi juga apabila dia juga berkreasi sendiri tanpa dikomando dari atasannya.
2.Pemimpin senangtiasa melakukan pengecekan terhadap anggotanya. Seperti Nabi Sulaiman yang memeriksa seluruh bala tentaranya.
3.Jangan memandang pemimpin tahu segalanya. Seperti Nabi Sulaiman yang tidak tahu kalau ada suatu negeri bernama Negeri Saba’ yang dianugerahi segala sesuatu dipimpin seorang Ratu belum mendapat petunjuk dari Allah.
4.Kita harus menyampaikan alasan syari’i atau konfirmasi yang jelas ketika kita tidak bisa hadir. Seperti Burung HudHud yang menyampaikan alasan yang jelas ketika dia tidak bisa hadir pada apel Nabi Sulaiman.
5.Pemimpin harus senangtiasa kehilangan ketika ada anggotanya yang tidak hadir. (ditelusuri kenapa dia tidak hadir).
6.Pemimpin harus perhatian terhadap suatu perkara. Ketegasan nabi Sulaiman akan memberikan hukuman yang berat pada burung HudHud karena tidak hadir dalam pertemuannya.
7.Evaluasi
Senangtiasa melakukan evaluasi ketika acara sudah dijalankan untuk pelajaran yang akan datang.
8.Klarifikasi uzur. Pemimpin jangan mentah-mentah menerima ijin anggota.
9.Menghargai masing-masing anggota, diperlakukan sesuai dengan kapasitasnya.

Semoga Bermanfaat ^_^

Rabu, 30 Desember 2009

Belajar Dari SAKURA


Tak ada habisnya ku merasa kagum ketika melihat pohon sakura yang sedang berbunga. Bunga sakura yang warnanya pink dan putih tampak cantik sehingga banyak orang mengaguminya termasuk aku. Saat ini memang hanya dari gambar download an internet atau gambar foto, tidak secara nyata. Tapi ada suatu mimpi suatu saat nanti aku bisa melihat bunga khas Negara Mahahari terbit ini dengan mata kepalaku sendiri. InsyaALLAH…
Ada suatu cerita yang pernah kudengar tentang pohon sakura ini. Seperti yang kita tahu kalau ada empat musim di negeri Jepang, ada musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Pohon sakura selalu punya pemandangan sendiri di setiap musim. Akan menguning daunnya dan kemudian gugur saat musim gugur. Akan menjadi gundul, hanya tinggal cabang dan ranting berwarna kecokelatan saat musim dingin tiba. Dan menampilkan keindahan dalam kombinasi warna pink dan putih yang Subhanallah… saat musim semi datang. Kemudian memunculkan keindahan hijau dedaunan saat menjelang musim panas, setelah seluruh bunga-bunganya mulai berguguran. Dan siklus ini akan berganti setiap tahun.
Apa yang dirasakan pohon sakura saat setiap musim akan berganti? Saat dia begitu dikagumi karena keindahan bunganya saat musim semi. Bahkan hampir setiap orang yang tinggal di Jepang melakukan hanami. Lalu mulai ditinggalkan sesaat setelah seluruh bunga-bunganya berguguran dan akhirnya menjadi gundul sama sekali saat musim dingin menjelang datang. Tentunya dia merasa bahagia ketika semua orang mengaguminya saat musim semi datang, ketika semua pusat perhatian seakan ditujukan kepadanya. Lalu, berganti sedih ketika tubuhnya hanya tinggal ranting-ranting yang menemani turunnya salju.
Jika musim semi ibarat sebuah kesenangan yang menghampiri, dan musim dingin adalah kesedihan dengan tumpukan masalah, apa kita juga akan menjadi seperti pohon sakura? Yang meletakkan sebuah harapan, bahwa pasti musim semi akan datang setelah musim dingin pergi. Dan ketika itulah semua kesedihan dan kegundahan akan berlalu karena saatnya keindahan menjadi miliknya dengan menawarkan kecantikan rangkaian bunga berwarna pink dan putih.
Kesedihan tidak akan selalu menghampiri kita, tapi pasti ada suatu masa dimana kita dapat menikmati kesenangan. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jadilah seperti pohon sakura, yang selalu bisa menggantungkan harapan-harapan untuk bisa menawarkan keindahannya bagi orang yang melihat saat musim dingin yang pahit datang. Dan pohon sakura itu yakin, harapan-harapan itu pasti akan datang. Dengan segala usaha yang kita punyai, teruslah berusaha untuk meraih segala mimpi-mimpi kita dan yakinlah saat-saat bahagia karena mimpi kita tercapai pasti akan datang.
Gen Batte Kudasai…
(Akemi Ezakiya)